Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2021
Gambar
  Memahami ‘Kesaktian” Persepsi dalam Pemasaran Persepsi sebagai bagian inti dalam sikap ( attitude ) dan perilaku ( behavior ) memainkan peranan kunci dalam pemasaran (manajemen, jasa, dan strategik). Hampir dapat dipastikan pembahasan tentang persepsi memiliki porsi yang relatih cukup besar dalam literatur dan praktik pemasaran. Untuk itu ada baiknya kita melihat pengertian persepsi dalam literatur yang berhubungan dengan pemasaran. Pengertian persepsi yang berkaitan dengan pemasaran (dan perilaku konsumen) yang mudah dipahami adalah “the process by which individuals select, organize, and interpret stimuli into a meaningful and coherent picture of the world.” (Schiffman & Joseph L. Wisenblit, 2015) . Yang intinya menyatakan bahwa persepsi adalah bagaimana seseorang menyeleksi, menata dan menginterpretasikan rangsangan yang dalam dari lingkungan sekitarnya sehingga memiliki makna dan gambaran yang sesuai dengan realita sang individu tersebut. Jadi bisa saja ada suatu objek...
Gambar
Problem Statement: Research Objective (s) & Research Questions ( Re-run Episode ) Jujur, saya sebenarnya mengalami kejenuhan dalam menulis ulang tentang perumusan masalah penelitian ( research problem ). Oleh karena, tulisan tentang tema ini pernah dipublikasi pada jurnal Meditek (Kristaung, 1997) . Nyaris mencapai seperempat abad lalu, tepatnya, 24 tahun lalu. Dalam tulisan tersebut baru berfokusi pada dua acara dalam merumuskan masalah peenlitian yaitu penghampiran ( approach ) hirarki dan situasi problematik. Sejalan dengan kematangan dari sisi kajian literatur, pengajaran dan penelitian, maka teknik dalam membuat atau merumuskan masalah penelitian ditambah menjadi dua, sehingga ada empat cara dalam yang dapat dipilih atau dikombinasikan membuat atau merumuskannya, yang akan dikutip ulang dalam Blog ini (Kristaung, 2011; Hermawan & Kristaung, 2014; Kristaung & Augustine , 2018). Ketiga buku ini secara esensi tidak ada perbedaan dari sisi metodologi, tetapi berbeda ...
Gambar
  Back Office dan Front Office : Perlu rekonstruksi Praksis Manajemen Pemasaran Jasa?   Dalam manajemen pemasaran jasa sudah menjadi kiat baku, dari berbagai literature maupun riset yang menjadi perhatian adalah sisi front office. Artinya apa yang dipersepsikan dan diterima oleh pelanggan menjadi titik sentral perhatian akademisi dan praktisi pemasaran jasa. Memang tetap ada porsi dari sisi back office atau manajemen operasional (kalau mau memakai terminology akademis), tetapi sentranya tetap focus kepada interaksi antara penyedia jasa (service provider) dengan pelanggan. Adanya pandemi Covid19 memang mengubah segalanya, tidak hanya dalam keseharian baik secara personal maupun interpersonal. Bahkan kata pandemi Covid19 ini mengingatkan era 1990 sampai dengan 2000-an di mana tidak ada kata-kata yang popular seperti globalisasi. Setiap pejabat samapai akademisi selalu mengaungkan kata-kata seperti ini, “dalam era globalisasi saat ini..”. Pola serupa seolah berulang saat i...
Gambar
  Kata-kata Ajaib “Strategik” Entah mengapa kata strategik seolah-olah memiliki daya tarik yang luar biasa. Mata kuliah yang menambahkan kata strategik dapat dipastikan menarik minat mahasiswa. Demikian pula dengan pendidikan formal yang menambah embel-embel kata strategik pasti laris manis sepanjang memenuhi ketentuan regulasi tentunya. Sebagai perbandingan, walaupun tidak persis sama, kosa kata digital atau smart juga memiliki daya tarik bagi banyak kalangan. Kembali ke kosa kata strategik tersebut, ada kemungkinan, walaupun belum tentu benar, berminatnya berbagai kalangan dalam mengikuti pendidikan atau pelatihan yang diberi embel-embel strategik karena ada ekspektasi, dengan mempelajari sesuai yang bersifat strategik, maka mobilitas vertical atau karir akan lebih baik. Hal yang tidak terlalu keliru memang. Karena mempelajari sesuatu yang startegik berarti mulai dari sisi puncak struktur organisasi sampai dengan level operasional yang terbawah. Bayangkan dari sisi kekuasaan...