Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2021
Gambar
Bibliometric : Standar Baru dalam Penulisan Karya Ilmiah ?   Tidak ada seorang pun yang bisa membayangkan bahwa disruptive ekonomi akhirnya menghampiri “tahta” dunia pendidikan yang selama ini cenderung regulative dan sedikit “arogan”. Kebenaran mutlak ilmiah hanya ada dalam lembaga-lembaga pendidikan yang establish. Stakeholders di luar Lembaga-lembaga tersebut, nyaris tidak berdaya. Selama lima tahun terakhir ini, perlahan tetap pasti perubahan yang distruptif tersebut semakin nyata. Apalagi dengan adanya turbulensi pandemic Covid 19. Perubahan yang tadinya hanya berkutat pada alat statistic seperti SPSS, eView, AMOS, dan Lisrel, sekedar menyebut contoh, meningkat lagi. Peningkatan ini terjadi pada aplikasi uji kemiripan (similarity test), misalnya dengan Uji Turnitin, kemudian cara mengutip nama pengarang dan penulisan daftar pustaka, misalnya dengan menggunakan aplikasi Mendeley. Sehingga cara dan metode penulisan karya ilmiah mengalami perubahan total. Tuntutan adanya digital ...
Gambar
Citation   Citation atau kutipan sudah sangat dikenal sejak seseorang menulis karya ilmiah. Bahkan dalam mengambil kutipan dikenal dua format yaitu kutipan langsung dan kutipan tidak langsung. Kutipan langsung adalah selain menyebutkan sumbernya, ada kalimat yang disisipkan. Kaidah penyisipan pun sudah baku, misalnya kalua kurang dari lima baris, maka menyatu dengan paragraf. Bila lebih dari lima baris kalimat, maka cara penulisannya berbeda.   Sehingga dalam etika penulisan, ada kejujuran penulis, yang mana buah pemikiran sendiri, yang mana yang mensitasi pemikiran atau karya orang lain. Bila tidak menyebutkan sumbernya, maka terjadi plagiasi yang dapat dituntut secara hukum, karena sang penulis dianggap mengambil HAKI (Hak-hak Kekayaan Intelektual) karya orang lain. Dan bisa dipidana.   Dalam perkembangannya, teknik sitasi tidak lagi dilakukan secara manual, sudah bertebaran aplikasi yang memudahkan seorang penulis atau peneliti, misalnya Mendeley, atau, ketik saja di G...
  Philip Kotler vs Steve Jobs  

Novelty (?)

Belakangan ini ramai dibicarakan tentang novelty dalam riset terutama untuk penulisan disertasi. Novelty yang dimaksudkan adalah bagaimana seorang peneliti dalam melakukan riset tidak hanya bersifat klise semata. Artinya hanya meneliti sesuatu yang sudah menjadi postulat atau aksioma. Memang ini hal yang biasa terjadi pada berbagai jenjang Pendidikan tinggi. Tentu yang menjadi tanda tanya adalah mengapa kosa kata ini begitu popular dan “trending” di kalangan mahasiswa (tertutama pendidikan doctoral) belakangan ini. Padahal sudah menjadi ketentuan baku dalam sebuah penelitian, biasanya seorang peneliti dapat dipastikan, terdorong untuk mencari sesuai yang baru, yang menarik, dan berbeda dengan penelitian sebelumnya. Ada beberapa kemungkinan yang terjadi, pertama adalah dampak kebijakan Menteri Pendidikan Tinggi terdahulu yang menwajibkan dosen untuk mempublikasi karya ilmiah pada publisher yang reputable (Scopus atau WOS) bila ingin naik jenjang jabatan akademik yang lebih tinggi s...