Citation
Citation atau kutipan sudah sangat
dikenal sejak seseorang menulis karya ilmiah. Bahkan dalam mengambil kutipan
dikenal dua format yaitu kutipan langsung dan kutipan tidak langsung. Kutipan
langsung adalah selain menyebutkan sumbernya, ada kalimat yang disisipkan.
Kaidah penyisipan pun sudah baku, misalnya kalua kurang dari lima baris, maka
menyatu dengan paragraf. Bila lebih dari lima baris kalimat, maka cara
penulisannya berbeda.
Sehingga dalam etika penulisan, ada
kejujuran penulis, yang mana buah pemikiran sendiri, yang mana yang mensitasi
pemikiran atau karya orang lain. Bila tidak menyebutkan sumbernya, maka terjadi
plagiasi yang dapat dituntut secara hukum, karena sang penulis dianggap
mengambil HAKI (Hak-hak Kekayaan Intelektual) karya orang lain. Dan bisa
dipidana.
Dalam perkembangannya, teknik sitasi
tidak lagi dilakukan secara manual, sudah bertebaran aplikasi yang memudahkan
seorang penulis atau peneliti, misalnya Mendeley, atau, ketik saja di Google,
kata kunci “citation machine”, maka keluarlah berbagai aplikasi sitasi
tersebut. Namun sebelum memilih ada baiknya kita meminta rekomendasi
pihak-pihak yang memiliki kompetensi untuk memilih aplikasi sitasi yang
dipilih. Maklum banyak malware yang menempelkan dalam aplikasi gratisan.
Memilih aplikasi harus dari developer yang benar-benar trusted, dari sisi
networking maupun computing.
Bukan hanya dari sisi itu saja
penggunaan sitasi, tetapi juga memiliki dampak terhadap jejak rekam seorang
penulis atau peneliti. Yaitu dengan adanya h-index dan i10-index seperti yang
bisa dilihat pada google scholar atau kalua pada level nasional dikenal dengan
Sinta Score, atau yang lebih prestisius, dari sisi impact factor yang digunakan
oleh beberapa jurnal ilmiah terkemuka. Inti dari system pengideksan tersebut adalah
untuk melihat seberapa banyak seorang penulis yang memiliki pemikiran, teori,
atau apapun bentuknya dirujuk oleh pihak lain. Semakin banyak yang merujuk
tulisan-tulisannya, maka indeksnya akan semakin baik dan impak faktornya
menjadi tinggi.
Dengan demikian, mau tidak mau, para
peneliti atau penulis di Indonesia untuk mampu berkibar secara nasional maupun
global tidak bisa lagi meremehkan masalah sitasi karena memiliki dampak hukum
dan credential sebagai seorang penulis atau peneliti.
Bekasi, 15 Februari 2021
Salam Takzim
Pernah di-posting di Facebook: https://www.facebook.com/robert.kristaung
Komentar